Setelah jumlah pasien terjangkit virus Corona melonjak, Pemerintah Italia mengeluarkan larangan terhadap penduduk Lombardy dan 11 provinsi di wilayah lain agar tidak datang atau pergi guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Larangan ini diberlakukan mulai 8 Maret 2020 hingga 3 April 2020. Seperti ini video live suasana Italia yang dilansir Ruptly.
Menurut keputusan baru yang dilansir Ruptly, saat ini tidak seorang pun dapat datang atau pergi di wilayah Lombardy, Modena, Venesia, dan beberapa provinsi lainnya. Fasilitas budaya dan olahraga ditutup, termasuk resor ski. Proses karantina terhadap 16 juta warga di wilayah tersebut akan berlaku hingga 3 April setelah adanya peningkatan pasien terjangkit virus Corona.
Kabar yang dilansir berbagai media menyebutkan, Italia terjangkiu wabah COVID-19 terbesar di luar Asia: Sedikitnya lebih dari 6.000 orang terinfeksi dan lebih dari 230 telah meninggal.
Indonesia Larang Warga Italia Masuk Indonesia
sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia melarang masuk atau transit wisatawan asing asal Italia serta warga asing yang pernah mengunjungi wilayah tersebut. Dua negara lainnya yang disebutkan adalah Iran dan Korea Selatan. Keputusan ini mulai berlaku pada Minggu (8/3) pukul 00.00 WIB.
Apa yang sudah dilakukan pemerintah Italia?
Pemerintah Italia sebelumnya telah menutup semua sekolah selama 10 hari mulai Kamis (05/03) dalam upaya menghambat penyebaran wabah virus corona. Bahkan, semua kompetisi olahraga profesional, termasuk pertandingan sepak bola Serie A, bakal dilangsungkan tanpa penonton selama sebulan.
Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan layanan kesehatan bisa jadi kewalahan. "Situasinya berubah sangat cepat... Yang jelas ialah wabah ini belum mencapai puncaknya," kata Jens Spahn.
Kasus telah dikonfirmasi di 81 negara, dengan Italia, Iran, dan Korea Selatan muncul sebagai hotspot di luar China.
PM Conte meminta semua warga Italia untuk "melakukan bagian mereka". "Kita dalam perahu yang sama, siapapun yang memegang kemudi punya tugas untuk menunjukkan jalan, kita harus berusaha lebih keras, kita harus melakukannya bersama-sama," ujarnya.
Menteri Pendidikan, Lucia Azzolina, berharap para siswa bisa kembali bersekolah secepat mungkin.
"Saya berkomitmen untuk memastikan bahwa layanan umum yang esensial tersedia bagi semua murid, meskipun dari jauh," ujarnya.
Media lokal mengatakan pakar kesehatan dan menteri kesehatan Italia mendukung langkah penutupan sekolah.
Sebelumnyam angka kematian akibat virus corona di Italia melonjak sebanyak 28 orang, hingga jumlahnya menjadi 107 orang. Belakangan, pada Sabtu 7 Maret jumlah kematian nailk menjadi 230 orang.
Menurut keputusan baru yang dilansir Ruptly, saat ini tidak seorang pun dapat datang atau pergi di wilayah Lombardy, Modena, Venesia, dan beberapa provinsi lainnya. Fasilitas budaya dan olahraga ditutup, termasuk resor ski. Proses karantina terhadap 16 juta warga di wilayah tersebut akan berlaku hingga 3 April setelah adanya peningkatan pasien terjangkit virus Corona.
Kabar yang dilansir berbagai media menyebutkan, Italia terjangkiu wabah COVID-19 terbesar di luar Asia: Sedikitnya lebih dari 6.000 orang terinfeksi dan lebih dari 230 telah meninggal.
Indonesia Larang Warga Italia Masuk Indonesia
sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia melarang masuk atau transit wisatawan asing asal Italia serta warga asing yang pernah mengunjungi wilayah tersebut. Dua negara lainnya yang disebutkan adalah Iran dan Korea Selatan. Keputusan ini mulai berlaku pada Minggu (8/3) pukul 00.00 WIB.
Apa yang sudah dilakukan pemerintah Italia?
Pemerintah Italia sebelumnya telah menutup semua sekolah selama 10 hari mulai Kamis (05/03) dalam upaya menghambat penyebaran wabah virus corona. Bahkan, semua kompetisi olahraga profesional, termasuk pertandingan sepak bola Serie A, bakal dilangsungkan tanpa penonton selama sebulan.
Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan layanan kesehatan bisa jadi kewalahan. "Situasinya berubah sangat cepat... Yang jelas ialah wabah ini belum mencapai puncaknya," kata Jens Spahn.
Kasus telah dikonfirmasi di 81 negara, dengan Italia, Iran, dan Korea Selatan muncul sebagai hotspot di luar China.
PM Conte meminta semua warga Italia untuk "melakukan bagian mereka". "Kita dalam perahu yang sama, siapapun yang memegang kemudi punya tugas untuk menunjukkan jalan, kita harus berusaha lebih keras, kita harus melakukannya bersama-sama," ujarnya.
Menteri Pendidikan, Lucia Azzolina, berharap para siswa bisa kembali bersekolah secepat mungkin.
"Saya berkomitmen untuk memastikan bahwa layanan umum yang esensial tersedia bagi semua murid, meskipun dari jauh," ujarnya.
Media lokal mengatakan pakar kesehatan dan menteri kesehatan Italia mendukung langkah penutupan sekolah.
Sebelumnyam angka kematian akibat virus corona di Italia melonjak sebanyak 28 orang, hingga jumlahnya menjadi 107 orang. Belakangan, pada Sabtu 7 Maret jumlah kematian nailk menjadi 230 orang.