Pada Minggu 8 Maret 2020, jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia masih berjumlah 6 orang. Namun pada 9 Maret 2020, jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia melonjak bertambah 13 orang. Sehingga jumlah pasien positif terjangkit virus corona kini mencapai 19 orang.
Seperti diketahui, serangan virus Corona ini bermula dari Wuhan, China, lalu cepat menyebar ke berbagai negara. Berdasar laporan worldometers, hingga Senin 9 Maret 2020 terdapat 111.644 pasien dinyatakan positif terjangkit virus Corona yang tersebar di 110 negara dan kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Yokohama, Jepang. Dari 111.644 pasien terjangkit virus Corona tersebut, 3.884 telah tewas dan 62.683 dinyatakan telah sehat kembali.
Namun, di tengah kesibukan upaya penyebaran virus corona tersebut, muncul pemberitaan di Washington times yang menyebutkan bahwa virus ini terkait dengan program senjata biologis Tiongkok. Washington Times mengutip pernyataan Mantan Perwira Intelejen Israel Dany Shoham yang menyebut corona sebenarnya senjata biologis Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok sudah membantah tudingan hal tersebut. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Tiongkok mengindikasikan virus itu berasal dari hewan liar yang dijual di pasar di Wuhan.
Mantan Kepala Badan Intelejen Negara Bin Soleman Ponto menyebut ada tiga jenis senjata yaitu nuklir, kimia dan biologis.
"Jadi untuk senjata itu ada tiga, nuklir, kimia dan biologis. Nuklir yang dipakai di Hiroshima. Kimia yang dipakai Jerman untuk menghancurkan Israel yaitu gas chlorine. Dan biologis ini saya masih belum tahu dipakai dimana ini. Biologis memang pasti virus." kata Bin Soleman Ponto dalam cuplikan dialog KompasTV.
Benarkan virus Corona adalah senjata biologis? Simak dialog selengkapnya dalam Kompas TV bersama Mantan Kepala Badan Intelejen Negara Bin Soleman Ponto dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Omni Hospital Pulomas Dirga Sakti Rambe.
Seperti diketahui, serangan virus Corona ini bermula dari Wuhan, China, lalu cepat menyebar ke berbagai negara. Berdasar laporan worldometers, hingga Senin 9 Maret 2020 terdapat 111.644 pasien dinyatakan positif terjangkit virus Corona yang tersebar di 110 negara dan kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Yokohama, Jepang. Dari 111.644 pasien terjangkit virus Corona tersebut, 3.884 telah tewas dan 62.683 dinyatakan telah sehat kembali.
Namun, di tengah kesibukan upaya penyebaran virus corona tersebut, muncul pemberitaan di Washington times yang menyebutkan bahwa virus ini terkait dengan program senjata biologis Tiongkok. Washington Times mengutip pernyataan Mantan Perwira Intelejen Israel Dany Shoham yang menyebut corona sebenarnya senjata biologis Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok sudah membantah tudingan hal tersebut. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Tiongkok mengindikasikan virus itu berasal dari hewan liar yang dijual di pasar di Wuhan.
Mantan Kepala Badan Intelejen Negara Bin Soleman Ponto menyebut ada tiga jenis senjata yaitu nuklir, kimia dan biologis.
"Jadi untuk senjata itu ada tiga, nuklir, kimia dan biologis. Nuklir yang dipakai di Hiroshima. Kimia yang dipakai Jerman untuk menghancurkan Israel yaitu gas chlorine. Dan biologis ini saya masih belum tahu dipakai dimana ini. Biologis memang pasti virus." kata Bin Soleman Ponto dalam cuplikan dialog KompasTV.
Benarkan virus Corona adalah senjata biologis? Simak dialog selengkapnya dalam Kompas TV bersama Mantan Kepala Badan Intelejen Negara Bin Soleman Ponto dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Omni Hospital Pulomas Dirga Sakti Rambe.