Stasiun Kereta Api Semarang Tempo Doeloe

Stasiun Semarang Gudang (Tambaksari) dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 dan diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele. Stasiun yang berada di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang tersebut menjadi tempat pengoperasian kereta api yang dikelola Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Kantor pusat NIS di Semarang kini dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu. Pada 10 Agustus 1867, kereta api pertama di Indonesia mulai dioperasikan dari Stasiun Semarang Gudang.

Stasiun Semarang Gudang
Berdasar referensi Majalah KA Edisi Mei 2014 disebutkan, Stasiun Semarang Gudang dulunya merupakan stasiun kereta api besar, mempunyai dipo lokomotif, dipo gerbong, kantor, dan fasilitas kereta api lain dengan sebutan Spoorland. Pada tahun 1914, stasiun dibongkar karena aktivitas ekspor dan pengiriman barang ekspres dipindahkan ke stasiun Semarang Tawang. Hanya gudang stasiun yang tersisa dan bekas Stasiun Samarang NIS menjadi sebuah terminal peti kemas.

Pada masa pendudukan Jepang, tentara Jepang mengubah lebar sepur di stasiun ini yang semula 1.435 mm menjadi 1.067 mm. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, diambil alih oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKA-RI) yang kini menjadi PT Kereta Api Indonesia. Stasiun tua itu tetap menjadi sebuah stasiun barang selama berapa dekade hingga dekade 2000-an. Karena daerah stasiun kereta api sering kebanjiran, maka stasiun ini ditutup pada tahun 2008. Kini daerah di sekitar stasiun ini berubah menjadi tambak. Selain ada Stasiun Semarang Gudang, di Semarang juga terdapat Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Semarang Tawang.

Dari bebrapa stasiun kereta api di Semarang, yang dianggap sebagai stasiun kereta api besar tertua di Indonesia adalah Stasiun Semarang Tawang. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan berlanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta. Dulu, selain ada rel ke Stasiun Semarang Gudang, terdapat juga rel menuju Demak yang kini sudah tidak berguna lagi.


Sedang Stasiun Semarang Poncol dibangun pada tahun 1914. Stasiun ini semula milik SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij), terletak di jalan Poncol. Bangunan stasiun poncol ini dirancang oleh arsitek Henri Maclaine Pont, seorang arsitek berkebangsaan Belanda.


Lebih baru Lebih lama