Jejak Kanibalisme (6) : Survival Cannibalism ketika Perang dan Bencana

Survival Cannibalism adalah jenis kanibalisme yang didasari demi mempertahankan kehidupannya. Hal yang mendorong manusia melakukan kanibalisme jenis ini merupakan naluri alamiah manusia untuk bertahan hidup akibat bencana atau keadaan yang dialami. 


Blokade Leningrad

Contoh kasus jenis kanibalisme ini yang paling terkenal dalam sejarah terjadi di Pegunungan Chili, Andes pada musim dingin tahun 1972. Peristiwa ini bermula dengan jatuhnya pesawat carteran Uruguay Air Force Flight 571 yang membawa tim rugby Uruguay termasuk keluarganya yang berjumlah 45 orang penumpang. Dari kecelakaan itu, 29 penumpang berhasil selamat, namun medan yang berat membuat satu demi satu korban berjatuhan. Delapan orang tewas tertimbun longsoran salju, beberapa lainnya tewas karena suhu yang luar biasa dingin dan cedera. Dan satu-satunya cara untuk bertahan hidup di tengah musim salju yang dingin luar biasa pada ketinggian lebih dari 3.600 meter di atas permukaan laut adalah dengan memakan teman-teman mereka yang telah tewas. Hingga akhirnya tersisa 16 orang yang diselamatkan setelah 72 hari mereka tertimpa musibah.

Pengepungan Leningrad atau popular juga dengan sebutan Blokade Leningrad di Uni Soviet (sekarang Rusia) juga menjadi contoh jenis kanibalisme yang sama. Operasi militer berkepanjangan yang dilakukan oleh Jerman dan pasukan pertahanan Finlandia untuk memblokade Leningrad pada September 1941 berlangsung selama dua tahun. Kota ini benar-benar terisolasi dari darat, laut, maupun udara. Selama berbulan-bulan, penduduk hanya makan dari danau yang ada di sana, tapi ketika musim dingin tiba, danau beku sehingga tentara Soviet mengalami kesulitan untuk memasok makanan. Masyarakat mulai diperintahkan untuk membuat roti yang dicampur dengan serbuk gergaji, selebihnya burung, tikus, dan makan-makanan lain yang dalam kondisi normal jijik untuk dimakan, menjadi santapan. 

Ketika tidak ada lagi yang bisa dimakan, maka mulailah terjadi kanibalisme.  Praktek ini terjadi semakin meluas di seluruh kota, hingga polisi Leningrad melakukan patroli anti-kanibalisme, untuk mencegah kondisi yang semakin buas dan tak terkendali. Sekalipun belakangan diakui bahwa kanibalisme ini kenyataannya menyelamatkan kehidupan banyak orang,  tapi pada saat itu polisi tetap melarang perbuatan itu. Diperkirakan, tragedi itu menyebabkan tewasnya 1,5 juta orang.