Turun Kereta Api, Perantau Tegal Tak Enak Badan: Hasil Tes Positif Covid-19, Wali Kota Terapkan Lockdown?

Seorang perantau warga Tegal yang baru mudik ke kampung halaman dinyatakan postif terinfeksi virus corona (Covid-19). Padahal, perantau asal Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur ini baru saja turun dari kereta api di Stasiun Tegal. Akibat peristiwa ini Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menerapkan pembatasan akses lalu-lintas di daerah selama empat bulan.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna pencegahan penularan virus corona. Selain itu, Wali Kota Tegal juga melakukan tracing dengan mencari daftar nama penumpang kereta api yang satu gerbong dengan pasien positif Covid-19.

Dedy menjelaskan, perantau asal Kelurahan Slerok pulang kampung ke Tegal dengan menggunakan Kereta Api (KA) Sembrani, pada 16 Maret 2020 sekitar pukul 01.55 dinihari WIB.  Setelah turun dari kereta di Stasiun Tegal, perantau itu lasngsung ke RSUD Kardinah untuk periksa kesehatan karena mengalami demam, batuk, pilek, mencret, dan juga sesak napas.

Terkait gejala itu, petugas medis RSUD melakukan tes sweb terhadap perantau tersebut. Dari hasil tes pertama dinyatakan negatif, sehingga perantau itu masuk dalam kategori Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Namun dari hasil tes sweb swab kedua, Selasa (24/3), pasien PDP ini ternyata positif terjangkit virus corona.

Untuk itu, Wali Kota Tegal segera berkoordinasi dengan PT, KAI untuk meminta daftar manifes penumpang yang satu gerbong dengan perantau asal Kelurahan Slerok tersebut. “Nama-nama rombongan penumpang yang satu gerbong sudah kita kantongi. Nanti akan segera kita informasikan kepada provinsi,” jelasnya.

Dedy meminta daftar nama-nama itu harus ditracing, untuk melacak dan menelusuri riwayatnya kontaknya. Dia meminta nama-nama itu selanjutnya dikarantina, untuk memastikan supaya tidak ada penyebaran virus corona lebih banyak lagi.

Sementara itu, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) dari berbagai jurusan. Perjalanan KA-KA itu adalah untuk keberangkatan dari Semarang mulai 1 hingga 30 April mendatang.

Di antaranya KA Argo Muria, Cermai, Menoreh, dan Tawang Jaya. Selain itu juga KA-KA yang melintas di wilayah Daop 4, baik dari Surabaya, Jakarta maupun Kutoarjo, juga dibatalkan mulai hari ini hingga 30 April mendatang seperti KA Sembrani, Gumarang, dan Sancaka Utara.

Dengan pembatalan perjalanan KA-KA tersebut, para pengguna jasa KA yang telah mempunyai tiket, dapat pengembalian bea penuh 100 % dengan ketentuan yang berlaku. Administrasi pembatalan tiket, dapat dilakukan di loket Stasiun Tawang, Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu

Tegal Terapkan Lockdown Lokal?
Setelah terkonfirmasi terdapat pasien positif corona, Wali Kota Tegal segera menetapkan situasi darurat dan berupaya membatasi akses atau lockdown di Kota Tegal hingga empat bulan ke depan.

Seperti apa penerapan upaya dari Pemkot Tegal? Benarkah ini bagian dari lockdown lokal atau penutupan wilayah? Berikut hasil wawancara Kompas TV
<
Lebih baru Lebih lama