Sekelompok Massa Tentang Larangan Ibadah Shalat Jumat di Masjid Agung Bandung: Warganet Geram

Video sekelompok massa yang menentang larangan ibadah Shalat Jumat di Masjid Agung Bandung mendapat cibiran dari warga net. Mereka gemas karena sekelompok massa yang menentang larangan ibadah Shalat Jumat di Masjid Agung Bandung itu juga menantang Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

"Merasa lebih ngarab daripada arab ...sekelas negara arab saudi aja patuh dengan kebijakan pemerintahannya," kata Opet Adjah dalam facebook.

"Bos klau sudah dikasih peringatan jangan nantang kalau nanti kennak siapa yang susah keluargakan kasian dirumah ada yang menunggu," kata Jakfar Alkancer R dalam facebook.
"Ini sok pintar agama melebihi alim ulama (MUI), sok jago merasa kebal penyakit," kata Andi Syarif AgroNasa dalam facebook.

"org2 kadrun tuh biasa sok suci...sok taqwa..pdhl ilmu agamanya baru seujung kuku....biarkan saja kalo nnti kena corona jgn salahkan pemerintah....org g tau dalilnya sdh sok pd tau...," papar Slamet Widodo dalam facebook.



Dalam video yang beredar Jumat, tampak spanduk maklumat yang terpasang di depan masjid raya Bandung, Jawa Barat diturunkan paksa sekelompok orang, Jumat (20/3/2020). Maklumat tersebut berisi tentang penghentian sementara salat lima waktu berjamaah dan salat Jumat.

Spanduk itu dipasang Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dalam video yang tersebar di media sosial Twitter itu, tampak massa entah dari kelompok mana tiba-tiba mendatangi Masjid Raya Bandung.

Selepas spanduk berisi maklumat diturunkan, massa kemudian meneriakan takbir. “Allahu Akbar,” teriak massa.


Tak lama setelah aksi pencopotan spanduk maklumat itu, tampak polisi berupaya menenangkan dan menjelaskan kepada massa. Namun, penjelasan polisi ternyata tidak diindahkan mereka.

“Kalau mau menanyakan kebijakan penghentian sementara salat berjamaah di masjid, silakan dating ke wali kota. Ini semua kan juga untuk kebaikan bersama,” kata polisi itu.

Meski demikian, massa tetap menilai kebijakan pemerintah menutup masjid melukai umat Islam. “Kenapa tempat-tempat keramaian umum lainnya tidak ditutup, kenapa hanya masjid saja,” ucapnya.

Ketua DKM Masjid Raya Bandung, Muhtar Gandaatmaja mengatakan, tidak diselengarakannya kegiatan salat Jumat dan salat-salat wajib lainnya untuk sementara waktu hingga wabah virus Covid-19 mereda.

“Kami (DKM) Masjid Raya Bandung memutuskan untuk sementara waktu tidak menyelenggarakan kegiatan salat Jumat serta salat-salat wajib lainnya yang dilakukan secara berjamaah,” katanya.

Keputusan yang dibuat oleh DKM itu, kata dia, menindaklanjuti surat edaran Gubernur Jawa Barat dan Wali kota Bandung terkait mewabahnya Covid-19.
Lebih baru Lebih lama