Ini Jejak Virus Corona Desember 2019 - Maret 2020, Dari Wuhan Hingga ke Indonesia

Sejak Rabu (11/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus corona jenis baru penyebab Covid-19 telah menjadi pandemi global. Sementara jumlah pasien positif corona di Indonesia per 14 Maret 2020 sore tercatat bertambah menjadi 96 orang setelah ada penambahan pasien baru posotf corona sebanyak 27 orang per 14 Maret 2020.

Pada 13 Maret 2020 kemarin, pasien positif corona di Indonesia masih 69 orang dan kini naik menjadi 96 orang. Berdasar data yang dilansir worldometers, jumlah pasien positif corona di Indonesia yang meninggal sebanyak 4 orang dan jumlah pasien yang sehat kembali sebanyak 5 orang. Sehingga kasus pasien positif corona yang masih ditangani tenaga medis Indonesia tercatat sebanyak 87 orang.

 Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk virus corona, Achmad Yurianto, penyebaran virus corona saat ini semakin meluas. Daerah yang terkena wabah corona antara lain Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Bali, Manado, Yogyakarta hingga Pontianak.

Jejak Virus Corona Dari Wuhan Hingga ke Indonesia
Seperti dilansir dari CNN, virus corona merupakan kelompok besar virus yang umum di antara hewan. Virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang mirip dengan flu biasa. Gejalanya termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan mungkin demam yang berlangsung selama beberapa hari.

Berikut jejak wabah virus corona dari sejak pertama teridentifikasi di Wuhan hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia: (dari berbagai sumber ):

31 Desember 2019: Kasus pneumonia yang terdeteksi di Wuhan, China pertama kali dilaporkan ke WHO. Selama periode yang dilaporkan ini, virus belum diketahui. Kasus-kasus tersebut terjadi antara 12-29 Desember.

1 Januari 2020: Otoritas kesehatan China menutup Pasar Grosir Makanan Laut Huanan setelah ditemukan bahwa hewan liar yang dijual di sana mungkin merupakan sumber virus.

5 Januari 2020: China mengumumkan bahwa kasus pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan bukanlah SARS atau MERS. Dalam sebuah pernyataan, Komisi Kesehatan Kota Wuhan menyebutkan, penyelidikan retrospektif terhadap wabah telah dimulai.

7 Januari 2020: Pihak berwenang China mengonfirmasi bahwa mereka telah mengidentifikasi virus tersebut sebagai virus corona baru, yang awalnya oleh WHO disebut sebagai 2019-nCoV.

11 Januari 2020: Komisi Kesehatan Wuhan mengumumkan kematian pertama akibat corona virus. Seorang lelaki berusia 61 tahun terkena virus di pasar makanan laut. Ia meninggal setelah gagal pernapasan yang disebabkan oleh pneumonia berat pada 9 Januari 2020.

13 Januari 2020: Pemerintah Thailand melaporkan kasus infeksi yang disebabkan oleh virus corona. Kasus pertama yang terinfeksi merupakan warga negara China yang tiba dari Wuhan.

16 Januari 2020: Pihak berwenang Jepang mengonfirmasi bahwa seorang pria Jepang yang bepergian ke Wuhan terinfeksi virus corona.

17 Januari 2020: Kasus kematian kedua dikonfirmasi oleh Pejabat Kesehatan China. Amerika Serikat menanggapi wabah itu dengan menerapkan pemeriksaan di bandara San Francisco, New York dan Los Angeles.

20 Januari 2020: Cina melaporkan 139 kasus penyakit baru, termasuk kematian ketiga yang terjadi di wilayahnya. National Institutes of Health mengumumkan, pihaknya tengah mengerjakan vaksin melawan virus corona.

21 Januari 2020: Para pejabat di negara bagian Washington mengonfirmasi kasus pertama di wilayah AS.

22 Januari 2020: Pemerintah Wuhan sementara waktu menutup bandara dan stasiun kereta api setelah jumlah korban tewas virus corona telah meningkat menjadi 17. Saat itu, terkonfirmasi setidaknya 547 kasus terjadi di daratan China.

23 Januari 2020: WHO mengatakan bahwa coronavirus Wuhan belum menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Biro Pariwisata dan Kebudayaan Beijing membatalkan semua perayaan Tahun Baru Imlek berskala besar dalam upaya menahan penyebaran penyebaran virus corona Wuhan. Di hari yang sama, pihak berwenang memberlakukan penguncian sebagian transportasi yang masuk dan keluar dari Wuhan. Pihak berwenang di kota terdekat Huanggang dan Ezhou Huanggang juga mengumumkan serangkaian tindakan serupa.

26 Januari 2020: Asosiasi Layanan Perjalanan China menangguhkansemua tur, termasuk tur internasional.

28 Januari 2020: Presiden Cina Xi Jinping bertemu dengan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom di Beijing. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mengirim tim ahli internasional, termasuk staf Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, ke China untuk menyelidiki wabah corona virus.

29 Januari 2020: Gedung Putih mengumumkan pembentukan gugus tugas baru yang akan membantu memonitor dan menahan penyebaran virus, dan memastikan orang Amerika memiliki informasi perjalanan dan kesehatan yang akurat dan terkini.

30 Januari 2020 AS melaporkan kasus penularan pertama dari orang ke orang atas virus corona Wuhan. Pada hari yang sama, WHO menetapkan bahwa wabah tersebut menjadi Darurat Kesehatan Publik Internasional dari Kepedulian Internasional (PHEIC).

31 Januari 2020 Pemerintah AS mengumumkan akan menolak masuknya warga negara asing yang telah melakukan perjalanan di Cina dalam 14 hari terakhir.

2 Februari 2020 Seorang pria di Filipina meninggal karena virus corona Wuhan. Ini merupakan kasus kematian pertama yang dilaporkan di luar China sejak wabah dimulai.

3 Februari 2020: Kementerian Luar Negeri China menuduh pemerintah AS bereaksi tidak tepat terhadap wabah dan menyebarkan ketakutan dengan memberlakukan pembatasan perjalanan.

4 Februari 2020: Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan, sepuluh orang di atas kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama Bay dipastikan memiliki virus corona. Kapal yang mengangkut lebih dari 3.700 orang tersebut ditempatkan di bawah karantina yang dijadwalkan berakhir pada 19 Februari 2020.

7 Februari 2020 Li Wenliang, seorang dokter Wuhan yang menjadi target polisi karena berusaha membunyikan alarm pada virus mirip SARS pada Desember, meninggal karena virus corona. Menyusul pemberitaan kematian Li, media sosial Twitter turut ramai membahasnya hingga menjadi trending.

8 Februari 2020: Kedutaan Besar AS di Beijing mengonfirmasi bahwa seorang warga negara AS berusia 60 tahun meninggal di Wuhan pada 6 Februari. Ini menandai kematian pertama orang asing.

10 Februari 2020: Xi memeriksa upaya penahanan virus corona Wuhan di Beijing. Ia pertama kalinya muncul di garis depan perjuangan melawan wabah. Pada hari yang sama, tim pakar internasional dari WHO tiba di China untuk membantu menangani wabah corona virus. The Anthem of the Seas, kapal pesiar Royal Caribbean, berlayar dari Bayonne, New Jersey, setelah ketakutan akan corona virus membuatnya merapat dan penumpangnya menunggu berhari-hari.

11 Februari 2020: Penyakit akibat virus ini diberi nama oleh WHO sebagai Covid-19.

13 Februari 2020: Kantor Berita Xinhua milik pemerintah China mengumumkan, Wali Kota Shanghai Ying Yong akan menggantikan Jiang Chaoliang di tengah wabah.

14 Februari 2020 Seorang turis China yang tes pemeriksaannya menunjukkan hasil positif terpapar virus meninggal di Perancis. Turis tersebut menjadi orang pertama yang meninggal dalam wabah di Eropa. Di hari yang sama, pemerintah Mesir mengumumkan ditemukannya kasus corona virus, di mana ini menjadi kasus pertama di wilayahnya. Kasus yang dikonfirmasi ini menjadi kasus pertama di Afrika sejak virus terdeteksi.

15 Februari 2020: Jurnal resmi Partai Komunis Qiushi menerbitkan transkrip pidato yang dibuat pada 3 Februari oleh Xi Jinping yang mengeluarkan persyaratan untuk pencegahan dan pengendalian virus corona baru pada 7 Januari 2020. Jurnal tersebut mengungkapkan bahwa Xi tahu tentang virus corona ini dan mengarahkan respons terhadap virus hampir dua minggu sebelum dia mengomentari secara terbuka.

18 Februari 2020: Dalam panggilan telepon Xi dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Xi menuturkan bahwa langkah-langkah China untuk mencegah dan mengendalikan epidemi memasuki kemajuan yang terlihat.

19 Februari 2020: Penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang telah dites dan dinyatakan negatif terpapar virus corona mulai turun dari kapal tersebut. Meskipun terdapat banyak bukti dari para ahli penyakit menular, mereka tanpa sadar dapat membawa virus kembali ke komunitas mereka.

21 Februari 2020: CDC mengubah kriteria untuk menghitung kasus baru corona virus di AS dan mulai melacak dua kelompok yang berbeda. Dua kelompok itu adalah mereka yang dipulangkan oleh Departemen Luar Negeri AS dan yang diidentifikasi oleh pihak kesehatan masyarakat AS.

25 Februari 2020: NIH mengumumkan bahwa uji klinis untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas remdesivir obat antivirus pada orang dewasa yang didiagnosis dengan corona virus telah dimulai di Pusat Medis Universitas Nebraska di Omaha. Peserta pertama yaitu seorang warga Amerika yang dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Jepang. Sementara itu, dalam upaya untuk menahan wabah di Eropa, kantor pers wilayah Lombardy Italia mengeluarkan daftar kota dan desa yang dikunci secara penuh. Sekitar 100.000 orang telah terpengaruh oleh pembatasan perjalanan.

26 Februari 2020: CDC melaporkan pasien di California yang dirawat karena virus corona baru menjadi kasus AS pertama yang tidak diketahui asalnya. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan yang relevan atau paparan ke pasien lain yang diketahui. Ini adalah kasus AS pertama yang mungkin terjadi karena penyebaran komunitas. 26 Februari 2020 Presiden Donald Trump menempatkan Wakil Presiden Mike Pence bertanggung jawab atas tanggapan pemerintah AS terhadap virus corona baru, di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan Gedung Putih terhadap wabah tersebut.

29 Februari 2020: Seorang pejabat kesehatan negara mengumumkan, seorang pasien yang terinfeksi virus corona baru di negara bagian Washington telah meninggal. Ini menandai kematian pertama akibat virus di Amerika Serikat. Gubernur Washington Jay Inslee menyatakan keadaan darurat dan mengarahkan lembaga negara untuk menggunakan semua sumber daya yang diperlukan untuk menanggapi wabah.

1 Maret 2020 Gubernur Florida Ron DeSantis menyatakan darurat kesehatan masyarakat di negara bagian Florida. Selama beberapa hari berikutnya, Kentucky, New York, Maryland, Utah, dan Oregon menyatakan keadaan darurat.

2 Maret 2020: Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan dua WNI positif terpapar corona virus. Keduanya menjadi kasus pertama yang dilaporkan di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan, dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona tersebut sempat melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Hanya saja, warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.


3 Maret 2020: Federal Reserve memangkas suku bunga dalam upaya memberikan sentakan pada ekonomi AS dalam menghadapi kekhawatiran tentang wabah corona virus. Ini merupakan pemotongan tingkat darurat pertama yang tidak terjadwal sejak 2008. Pemerintah Iran mengambil kebijakan dengan membebaskan 54.000 orang dari penjara untuk sementara waktu dan mengerahkan ratusan ribu petugas kesehatan. Para pejabat mengumumkan serangkaian langkah-langkah untuk menahan wabah corona virus. Diumumkan juga bahwa 23 anggota parlemen Iran dinyatakan positif terpapar virus.

4 Maret 2020: CDC secara resmi menghapus pembatasan pengujian corona virus dari masyarakat umum kepada orang-orang di rumah sakit. Kecuali mereka memiliki kontak dekat dengan kasus-kasus corona virus yang dikonfirmasi. Menurut CDC, dokter harus menggunakan penilaian mereka untuk menentukan apakah pasien memiliki tanda dan gejala yang kompatibel dengan Covid-19 dan apakah pasien harus diuji.

8 Maret 2020: Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menandatangani keputusan yang menetapkan pembatasan perjalanan di seluruh wilayah Lombardy dan 14 provinsi lainnya. Ini membatasi pergerakan lebih dari 10 juta orang di bagian utara negara itu.

9 Maret 2020: Conte mengumumkan bahwa seluruh negara Italia dikunci.

11 Maret 2020: Indonesia mengumumkan kematian pertama akibat virus corona, yaitu pasien kasus 25, seorang WNA yang menjalani perawatan di RS Sanglah, Bali.

11 Maret 2020: WHO menyatakan wabah corona virus sebagai pandemi saat Turki, Pantai Gading, Honduras, dan Bolivia mengonfirmasi kasus pertama di wilayahnya. Sementara, infeksi virus di Qatar melonjak drastis dari 24 kasus menjadi 626 kasus dalam satu hari.

14 Maret 2020: Berdasar data yang dilansir worldometers, jumlah negara yang terjangkit virus corona mencapai 149 negara dengan jumlah kasus positif corona sebanyak 149.181 orang, jumlah pasien meninggal sebanyak 5.551 orang dan jumlah pasien yang kembali sehat sebanyak 73.712 orang.

Sementara jumlah pasien positif corona di Indonesia per 14 Maret 2020 sore tercatat sebanyak 96 orang setelah ada penambahan 27 orang pasien baru posotf corona per 14 Maret 2020. Sementara pasien meninggal sebanyak 4 orang dan jumlah pasien yang sehat kembali sebanyak 5 orang. Sehingga kasus pasien positif corona yang masih ditangani tenaga medis tercatat sebanyak 87 orang.

Berikut pengumuman pemerintah soal kondisi virus corona di Indonesia:

Lebih baru Lebih lama