Rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berbuntut kurang sedap. Dua kapal terlibat tabrakan maut saat rombongan Paspampres hendak melakukan peninjauan lokasi yang hendak dikunjungi Raja dan Ratu Belanda di Palangka Raya. Sedikitnya 7 korban tewas setelah Long Boat L300 milik Dinas Kehutanan bertabrakan dengan Speedboat milik TNI AD KMC RBB Den Bekang XII Tpr.
Berita yang dilansir Antara menyebutkan, kecelakaan lalu lintas air ini terjadi di Sungai Sebangau Kereng Bengkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. "Total ada sebanyak 27 korban kecelakaan, terdiri dari 20 orang selamat dan dalam perawatan medis, serta 7 orang lainnya meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan di Palangka Raya, Senin.
Tujuh orang meninggal dunia itu, terdiri dari Dandim 1011/Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono, serta para tenaga kontrak Taman Nasional Sebangau dan Manggala Agni, yaitu Abi Damansyah, Mutiara, Tyas Novianti, Ibnu Yudhistira Hendrawan, Umrottus S dan Mansyah.
Untuk jenazah Dandim Kapuas berdasarkan koordinasi pihaknya dengan Dandrem, rencananya akan dipulangkan ke Klaten, Jawa Tengah pada Selasa (10/3), melalui penerbangan menuju Yogyakarta.
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini sejumlah korban kecelakaan sedang pihaknya pantau penanganannya karena lumayan kritis, yakni dari Gebran dari Kedutaan Belanda, serta Wahid dan Hadiyanto. "Keadaannya tadi masih baik-baik saja, tapi informasinya ada luka yang terbuka sehingga kami anggap ini masih dipantau," katanya.
Hendra menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum ada menerima informasi terkait perubahan rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. "Belum ada yang namanya pengulangan susunan acara atau 'schedule'," katanya.
Berita yang dilansir Antara menyebutkan, kecelakaan lalu lintas air ini terjadi di Sungai Sebangau Kereng Bengkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. "Total ada sebanyak 27 korban kecelakaan, terdiri dari 20 orang selamat dan dalam perawatan medis, serta 7 orang lainnya meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan di Palangka Raya, Senin.
Tujuh orang meninggal dunia itu, terdiri dari Dandim 1011/Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono, serta para tenaga kontrak Taman Nasional Sebangau dan Manggala Agni, yaitu Abi Damansyah, Mutiara, Tyas Novianti, Ibnu Yudhistira Hendrawan, Umrottus S dan Mansyah.
Untuk jenazah Dandim Kapuas berdasarkan koordinasi pihaknya dengan Dandrem, rencananya akan dipulangkan ke Klaten, Jawa Tengah pada Selasa (10/3), melalui penerbangan menuju Yogyakarta.
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini sejumlah korban kecelakaan sedang pihaknya pantau penanganannya karena lumayan kritis, yakni dari Gebran dari Kedutaan Belanda, serta Wahid dan Hadiyanto. "Keadaannya tadi masih baik-baik saja, tapi informasinya ada luka yang terbuka sehingga kami anggap ini masih dipantau," katanya.
Hendra menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum ada menerima informasi terkait perubahan rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. "Belum ada yang namanya pengulangan susunan acara atau 'schedule'," katanya.