![]() |
| Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. |
Maskapai Indonesia dilarang terbang dari dan ke Wuhan, China. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus korona ke Indonesia.
"Kita sudah minta beberapa penerbangan untuk tidak terbang ke Wuhan karena ada beberapa, ada Lion, Citilink, sementara ini kita menutup penerbangan ke sana," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Sabtu (25/1/2020).
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana Pramesti mengatakan, penutupan sementara rute Wuhan untuk menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh otoritas Beijing. Dengan kata lain, seluruh maskapai termasuk Indonesia tidak dapat terbang dari dan ke Wuhan.
Berdasarkan catatan Kemenhub, saat ini ada dua maskapai yang memiliki rute penerbangan ke Wuhan yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.
Polana menyampaikan, NOTAM tersebut menjelaskan Bandara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara biasa dan alternatif, kecuali pendaratan darurat. NOTAM itu berlaku sejak 23 Januari hingga 2 Februari. Dengan demikian, penerbangan ke Wuhan dialihkan ke kota lain di China.
Selain itu, Polana meminta operator penerbangan untuk meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional. Dari hasil laporan, hingga kini belum ditemukan adanya penumpang yang terjangkit virus korona yang masuk melalui bandara di seluruh Indonesia.
