![]() |
| Nguyen Nang Tinh |
Pria 42 tahun itu merupakan aktivis terbaru yang dipenjara di Vietnam karena mengunggah komentar yang dianggap bernada negatif di Facebook, termasuk soal perusahaan baja Taiwan yang membuang limbah beracun ke laut menyebabkan banyak ikan yang mati.
Dia juga mem-posting kebrutalan polisi dan hak atas kepemilikan lahan, keduanya merupakan isu yang sangat sensitif di Vietnam.
Pihak berwenang menyebut posting-an guru musik perguruan tinggi itu mengandung unsur permusuhan dan antipemerintah.
Pengacara Nang Tinh, Nguyen Van Mieng, mengatakan, kliennya dijatuhi hukuman penjara 11 tahun atas dakwaan memproduksi, menyebarluaskan, atau menyebarkan informasi dan dokumen yang bertujuan merusak Vietnam.
Dia akan menjalani masa percobaan hukuman 5 tahun.
Menurut Mieng, kepada AFP, hukuman penjara terlalu keras. Apalagi jaksa tidak memiliki cukup bukti untuk menghubungkan akun Facebook tersebut dengan kliennya.
Ayah Tinh, Nguyen Ngoc Dinh, bersikeras putranya tidak bersalah. Dia menyebut putranya hanya berusaha menyuarakan ketidakadilan di masyarakat.
"Anak saya sangat kuat menjalani persidangan. Dia tidak mengakui tuduhan itu," ujarnya, seraya menyebut persidangan itu sebagai hal konyol.
Vonis yang diterima Nanh Tinh hanya berselang beberapa hari setelah seorang warga Australia keturunan Vietnam divonis penjara 12 tahun atas tuduhan terorisme. Dia dihukum bersama dua warga negara Vietnam lainnya, masing-masing diganjar hukuman 10 dan 11 tahun.
Vietnam mendapat kecaman karena menindak banyak aktivis sejak kubu konservatif berkuasa pada 2016.
Tahun lalu, pemerintah mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) cybersecurity kontroversial yang menurut para kritikus dibuat untuk membungkam kebebasan berekspresi di media sosial.
RUU mengharuskan platform media sosial, seperti Facebook dan YouTube, menghapus konten sensitif jika diminta pemerintah. Aturan itu juga mengharuskan perusahaan menyerahkan data pengguna dan server host di negara tersebut.
