Wayang Mahabharata (2) - Rincian Astadasaparwa

Mahabharata merupakan kisah epik yang terbagi dalam rangkaian 18 kitab. Rangkaian 18 kitab tersebut dikenal dengan sebutan Astadasaparwa. Dalam rangkaian 18 kitab itulah kronologi kisah Mahabharata dibeberkan secara runtut.

Baladewa

Pada bagian awal Astadasaparwa, memuat kisah kehidupan para leluhur Pandawa dan Korawa.  Pada bagian akhir memuat kisah Pandawa ketika masuk surga. Kronologi lengkap dari kisah Mahabharata tersebut diungkap dalam kitab-kitab yang terinci di bawah ini:

1. Kitab Adiparwa: Dalam kitab pertama ini terdapat kisah para leluhur Pandawa dan Korawa, kisah kelahiran Rsi Byasa, kisah masa kanak-kanak Pandawa dan Korawa, kisah tewasnya raksasa Hidimba di tangan Bhimasena, dan kisah Arjuna mendapatkan Dropadi.

2. Kitab Sabhaparwa:  Dalam kitab kedua ini terdapat kisah pertemuan Pandawa dan Korawa main judi atas rencana Duryodana. Usaha licik Sangkuni membuat Korawa bisa memenangkan permainan judi dua kali. Akibatnya, sesuai perjanjian, Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun.

3. Kitab Wanaparwa: Dalam kitab ketiga ini berisi kisah Pandawa menjalani pengasingan di hutan 12 tahun akibat kalah judi. Dalam kitab tersebut juga terdapat kisah Arjuna bertapa di gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti. Kisah ini menjadi bahan lakon Arjunawiwaha.

4. Kitab Wirataparwa: Dalam kitab keempat berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata. Yudistira menyamar sebagai ahli agama, Bhima menyamar sebagai juru masak, Arjuna menyamar sebagai guru tari, Nakula menyamar sebagai penjinak kuda, Sahadewa menyamar sebagai pengembala, dan Dropadi menyamar sebagai penata rias.

5. Kitab Udyogaparwa:  Dalam kitab kelima berisi kisah persiapan perang keluarga Bharata yang dikenal dengan sebutan Perang Bharatayuddha. Perang terjadi karena Kresna yang bertindak sebagai juru damai gagal merundingkan perdamaian antara Pandawa dengan Korawa. Pandawa dan Korawa mencari sekutu sebanyak-banyaknya hingga terdapat dua kelompok yang saling berlawanan.

6. Kitab Bhismaparwa: Dalam kitab keenam memuat kisah awal pertempuran Kurukshetra. Dalam bagian ini ada kitab Bhagavad Gīta yang memuat percakapan suci antara Kresna dan Arjuna menjelang perang.
Dalam kitab Bhismaparwa ini juga terdapat kisah gugurnya Resi Bhisma setelah Arjuna mendapat bantuan Srikandi.

7. Kitab Dronaparwa: Dalam kitab ke-7 terdapat kisah pengangkatan Bagawan Drona sebagai panglima perang Korawa. Drona berusaha menangkap Yudistira, namun gagal. Drona gugur di medan perang karena dipenggal oleh Drestadyumna.  Dalam kitab ini juga terdapat kisah gugurnya Abimanyu dan Gatotkaca.

8.Kitab Karnaparwa: Dalam kitab ke-8 ada kisah pengangkatan Karna sebagai panglima perang oleh Duryodana. Ada juga kisah gugurnya Dursasana oleh Bhima, kisah gugurnya Karna di tangan Arjuna dengan senjata Pasupati.

9.Kitab Salyaparwa: Dalam kitab ke-9 berisi kisah pengangkatan Sang Salya sebagai panglima perang Korawa. Namun Salya gugur di medan perang. Setelah ditinggal sekutu dan saudaranya, Duryodana menyesali perbuatannya dan hendak menghentikan pertikaian dengan para Pandawa. Namun Duryodana gugur setelah terlibat perang tanding.


10.Kitab Sauptikaparwa: Dalam kitab ke-10 berisi kisah balas dendam Aswatama kepada  Pandawa. Dengan dibantu Kripa dan Kertawarma,  Aswatama berhasil menyusup ke dalam kemah pasukan Pandawa dan mampu membunuh banyak orang. Setelah itu ia melarikan diri ke pertapaan Byasa.Namun tokoh Pandawa tidak ada yang mati. Pandawa akhirnya mengejar dan terjadi perkelahian antara Aswatama dengan Arjuna. Setelah terjadi perundingan damai antara Byasa dan Kresna, perang bisa diakhiri dan Aswatama menyesali perbuatannya hingga menjadi pertapa.

11.Kitab Striparwa: Dalam kitan ke-11, berisi kisah ratap tangis kaum wanita yang ditinggal oleh suami mereka di medan pertempuran. Yudistira menyelenggarakan upacara pembakaran jenazah korban perang dan mempersembahkan air suci kepada leluhur. Pada kisah ini, Dewi Kunti menceritakan rahasia kelahiran Karna.


12.Kitab Santiparwa: Dalam kitab ke-12 terdapat kisah pertikaian batin Yudistira setelah membunuh saudara-saudaranya di medan pertempuran. Rsi Byasa dan Sri Kresna kemudian memberi nasehat dan menjelaskan rahasia dan tujuan ajaran agama . Setelah itu, Yudistira diminta melaksanakan kewajibannya sebagai Raja.

13.Kitab Anusasanaparwa: Dalam kitab ke-13 terdapat kisah penyerahan diri Yudistira kepada Resi Bhisma .Akhirnya, Bhisma meninggalkan dunia dengan tenang.

14.Kitab Aswamedhikaparwa: Dalam kitab ke-14 berisi kisah pelaksanaan upacara Aswamedha oleh Raja Yudistira. Ada kisah pertempuran Arjuna dengan para Raja di dunia, kisah kelahiran Parikesit.


15.Kitab Asramawasikaparwa: Dalam kitab ke-15 berisi kisah kepergian Drestarastra, Gandari, Kunti, Widura, dan Sanjaya ke tengah hutan, untuk meninggalkan dunia ramai. Mereka menyerahkan tahta sepenuhnya kepada Yudistira. Kemudian, Resi Narada datang membawa kabar bahwa mereka telah pergi ke surga karena dibakar oleh api sucinya sendiri.

16.Kitab Mosalaparwa: Dalam kitab ke-16 menceritakan kemusnahan bangsa Wresni. Sri Kresna meninggalkan kerajaannya lalu pergi ke tengah hutan. Arjuna mengunjungi Dwarawati dan mendapati bahwa kota tersebut telah kosong. Atas nasihat Rsi Byasa, Pandawa dan Dropadi mengasingkan diri dan meninggalkan dunia fana.

17.Kitab Mahaprastanikaparwa: Dalam kitab ke-17 berisi kisah perjalanan Pandawa dan Dropadi ke puncak gunung Himalaya. Tahta kerajaan diserahkan kepada Parikesit, cucu Arjuna. Dalam pengembaraannya, Dropadi dan para Pandawa (kecuali Yudistira), meninggal dalam perjalanan.

18.Kitab Swargarohanaparwa: Dalam kitab ke-18 menceritakan kisah Yudistira mencapai puncak gunung Himalaya dan dijemput untuk mencapai surga oleh Dewa Indra. Dalam perjalanannya, Yudistira ditemani oleh seekor anjing yang sangat setia. Namun Yudistira menolak masuk surga jika disuruh meninggalkan anjingnya sendirian. Belakangan, Si anjing berubah wujud menjadi Dewa Dharma.

Watak Tokoh Wayang Mahabharata:

Bambang Irawan

Wisanggeni
Abimanyu

Abiyasa

Aswatama
Baladewa
Resi Bisma

Resi Durna
Dewi Drupadi
Srikandi

Utara
Wirasangka