Berdasarkan keterangan para pimpinan daerah di Indonesia, hingga 17 Maret 2020 kemarin sedikitnya ada 6 pasien positif corona (COVID-19) yang meninggal. Sementara data dari worldometers.info per 18 Maret 2020 dinihari pukul 02.16 WIB, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di Indonesia tercatat ada 7 orang dari 172 kasus positif corona.
Data pasien positif virus corona yang meninggal terbaru adalah pasien yang dirawat di RSUP dokter Kariadi Semarang selama 10 hari. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 43 tahun itu meninggal dunia, Selasa (17/3/2020) pukul 03.00 WIB setelah dinyatakan positif korona pada Senin (16/3/2020) sore.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pasien dirawat di Rumah Sakit Kariadi Semarang selama 10 hari. "Baru saja tadi, satu kasus baru yang positif dan meninggal laki-laki usia 43 tahun dari Kota Semarang dirawat di RS kariadi dirawat 10 hari," kata Ganjar di kantornya, Selasa (17/3/2020).
Dia menjelaskan, pasien memiliki riwayat perjalanan ke Bali. "Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Bali dan beberapa daerah lainnya karena memang mobile," ujar Ganjar.
Selain pasien yang meninggal dunia tersebut, Ganjar juga menyampaikan bahwa jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr Moewardi, Kota Surakarta, bertambah satu dengan jenis kelamin perempuan dengan usia 49 tahun.
"Pasien tersebut merupakan kelanjutan dari kasus positif corona yang meninggal dunia di Solo, dia satu forum dengan pasien (positif Covid-19) yang meninggal sebelumnya yakni ikut seminar di Bogor, Jawa Barat," ujarnya.
Dengan perkembangan data di atas, maka hingga saat ini di Jateng telah terjadi enam kasus positif Covid-19, dengan rincian empat orang masih dirawat di rumah sakit dan dua orang telah meninggal dunia.
Empat pasien positif Covid-19 tersebut kini dirawat RSUP dr Kariadi Semarang, RSUD Tidar Magelang, dan dua pasien di RSUD dr Moewardi.
Selain empat pasien positif Covid-19, di Jateng hingga Selasa (17/3/2020) tercatat sebanyak 1.005 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), 69 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), 42 orang dalam perawatan, dan 24 orang diperbolehkan pulang karena sudah dinyatakan sehat.
Seperti diberitakan berbagai media, pasien positif corona pertama yang meninggal adalah pasien nomor 25, yakni wanita asal Inggris berusia 53 tahun, yang dirawat di RS Sanglah, Bali.
Lalu, pasien positif corona berikutnya yang meninggal adalah pasian kasus nomor-35 dan nomor-36 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. Pasien 36 diketahui petugas medis yang berdomisili di Bekasi tetapi sempat dirawat di RSPI Jakarta. Sedangkan, Pasien 35 tercatat sebagai warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten yang diumumkan Gubernur Wahidin Halim.
Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan satu pasien positif corona di Tangerang Selatan telah meninggal pada Senin sore 16 Maret 2020. Ada lima warga Banten yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. "Satu pasien positif berasal dari Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, meninggal,"kata Wahidin di Rumah Dinas Gubernur Banten Jl Ahmad Yani No 158 Kota Serang.
Wahidin menyebut selain korban meninggal itu, masih ada 4 warga Banten yang positif corona. Wahidin merasa prihatin dan mengingatkan masyarakat Banten tetap waspada. Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 yang juga Kadinkes Provinsi Banten Ati Pramudji H menjelaskan, tiga orang positif corona berasal dari Kabupaten Tangerang. Dua orang dari Kecamatan Kelapa Dua dan satu orang dari Kecamatan Curug. Satu orang lagi dari Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, yang saat ini dalam perawatan.
Pasien positif corona lain yang lebih dulu dilaporkan meninggal adalah pasian pasien asal Cianjur yang sebelumnya dinyatakan negatif oleh pemerintah pusat saat meninggal. Namun sebagaimana diakui Gubernur Ridwan Kamil akhirnya dinyatakan positif.
Pasien berinisial D (50) itu meninggal pada 3 Maret. Pria yang tercatat sebagai karyawan Telkom ini warga Bekasi yang menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur.
Data pasien positif virus corona yang meninggal terbaru adalah pasien yang dirawat di RSUP dokter Kariadi Semarang selama 10 hari. Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 43 tahun itu meninggal dunia, Selasa (17/3/2020) pukul 03.00 WIB setelah dinyatakan positif korona pada Senin (16/3/2020) sore.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pasien dirawat di Rumah Sakit Kariadi Semarang selama 10 hari. "Baru saja tadi, satu kasus baru yang positif dan meninggal laki-laki usia 43 tahun dari Kota Semarang dirawat di RS kariadi dirawat 10 hari," kata Ganjar di kantornya, Selasa (17/3/2020).
Dia menjelaskan, pasien memiliki riwayat perjalanan ke Bali. "Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Bali dan beberapa daerah lainnya karena memang mobile," ujar Ganjar.
Selain pasien yang meninggal dunia tersebut, Ganjar juga menyampaikan bahwa jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr Moewardi, Kota Surakarta, bertambah satu dengan jenis kelamin perempuan dengan usia 49 tahun.
"Pasien tersebut merupakan kelanjutan dari kasus positif corona yang meninggal dunia di Solo, dia satu forum dengan pasien (positif Covid-19) yang meninggal sebelumnya yakni ikut seminar di Bogor, Jawa Barat," ujarnya.
Dengan perkembangan data di atas, maka hingga saat ini di Jateng telah terjadi enam kasus positif Covid-19, dengan rincian empat orang masih dirawat di rumah sakit dan dua orang telah meninggal dunia.
Empat pasien positif Covid-19 tersebut kini dirawat RSUP dr Kariadi Semarang, RSUD Tidar Magelang, dan dua pasien di RSUD dr Moewardi.
Selain empat pasien positif Covid-19, di Jateng hingga Selasa (17/3/2020) tercatat sebanyak 1.005 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), 69 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), 42 orang dalam perawatan, dan 24 orang diperbolehkan pulang karena sudah dinyatakan sehat.
Seperti diberitakan berbagai media, pasien positif corona pertama yang meninggal adalah pasien nomor 25, yakni wanita asal Inggris berusia 53 tahun, yang dirawat di RS Sanglah, Bali.
Lalu, pasien positif corona berikutnya yang meninggal adalah pasian kasus nomor-35 dan nomor-36 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta. Pasien 36 diketahui petugas medis yang berdomisili di Bekasi tetapi sempat dirawat di RSPI Jakarta. Sedangkan, Pasien 35 tercatat sebagai warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten yang diumumkan Gubernur Wahidin Halim.
Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan satu pasien positif corona di Tangerang Selatan telah meninggal pada Senin sore 16 Maret 2020. Ada lima warga Banten yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. "Satu pasien positif berasal dari Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, meninggal,"kata Wahidin di Rumah Dinas Gubernur Banten Jl Ahmad Yani No 158 Kota Serang.
Wahidin menyebut selain korban meninggal itu, masih ada 4 warga Banten yang positif corona. Wahidin merasa prihatin dan mengingatkan masyarakat Banten tetap waspada. Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 yang juga Kadinkes Provinsi Banten Ati Pramudji H menjelaskan, tiga orang positif corona berasal dari Kabupaten Tangerang. Dua orang dari Kecamatan Kelapa Dua dan satu orang dari Kecamatan Curug. Satu orang lagi dari Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, yang saat ini dalam perawatan.
Pasien positif corona lain yang lebih dulu dilaporkan meninggal adalah pasian pasien asal Cianjur yang sebelumnya dinyatakan negatif oleh pemerintah pusat saat meninggal. Namun sebagaimana diakui Gubernur Ridwan Kamil akhirnya dinyatakan positif.
Pasien berinisial D (50) itu meninggal pada 3 Maret. Pria yang tercatat sebagai karyawan Telkom ini warga Bekasi yang menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur.
